Beranda > Berita Musik Dunia > The Rolling Stones: Tur, Pesta dan Tragedi

The Rolling Stones: Tur, Pesta dan Tragedi

The Rolling Stones baru saja menyelesaikan konser mereka di Singapura. Konser yang berlangsung di Marina Bay Sands Ballroom  ini adalah rangkaian tur dunia mereka“14 On Fire”.

Tahun 2003, para dedengkot rock n’ roll ini pernah menyambangi Singapura. Dan, setelah sebelas tahun berlalu The Rolling Stones kembali, mengajak para penggemarnya berjingkrak-jingkrak lagi.

Konser kedua mereka di negeri di tengah selat malaka ini begitu pecah! Tata panggung, audio sound, jalannya acara, serta aksi Mick Jagger cs, perfecto.

Sebelum beraksi di atas panggung, The Rolling Stones sempat menyapa para penggemarnya di area Event Plaza. Mereka tidak bisa masuk ke area Grand Ballroom. Dan, pihak pantia pun menyediakan sebuah layar raksasa di area Event Plaza bagi penggemar yang tidak kedapatan tiket konser agar tetap bisa menyaksikan idolanya beraksi.

“Jumping Jack Flash” menjadi lagu pembuka konser malam itu, 15 Maret 2014. Grand Ballroom yang diisi oleh ribuan orang itu pun langsung riuh. Mick Jagger juga tampil sangat enerjik di hadapan para penggemarnya.

Awalnya, para penonton itu hanya duduk di bangku yang sudah disediakan oleh pihak promotor. Tapi bagaimana mungkin jika Keith Richards sudah melantukan melodi “Honky Tonk Woman” mereka hanya diam? Tempat-tempat duduk itu pun akhrinya dijadikan tempat berdiri oleh mereka. Para penonton pun larut, berjingkrak dengan living legend rock n’ roll asal British itu.

The Rolling Stones merupakan bintang utama dalam festival Marina Bay Sands Rock Singapore. Selain Mick dkk, ada juga penampilan dari musisi lokal seperti A-List, Kruefer, Zul-Tania, dan Jive Talkin’. Perform dari musisi lokal menjadi intro yang ciamik sebelum The Rolling Stones manggung. Keempatnya berhasil membangun energi di antara para penonton.

Ada 19 lagu yang dibawakan oleh The Rolling Stones di atas panggung. “Satisfaction”, “You Can’t Always Get What You Want”, “Miss You”, “Paint It Black”, serta “Brown Sugar”. Yap, itu semua lagu-lagu yang sudah pasti dihapal di luar kepala oleh para penggemarnya. Dan malam itu menjadi reuni yang luar biasa antara The Rolling Stones dengan Singapura.

Sayangnya, setelah konser mereka di Singapura, The Rolling Stones memutuskan menghentikan jadwal tur 14 on Fire. Hal ini disebabkan meninggalnya kekasih Mick Jagger, L’Wrenn Scotts. Almarhumah ditemukan meninggal akibat gantung diri di apartemennya di New York, AS.

Mendengar kejadian itu, Mick segera memutuskan menemui jasad kekasihnya. Hubungan percintaan mereka telah dijalin selama sedekade. Frontman The Rolling Stones pun tidak mengetahui alasan bunuh diri kekasihnya. Namun ia amat berterima kasih kepada seluruh fans yang mau mengerti alasan ia menghentikan jadwal tur mereka.

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: