Beranda > Berita Musik Dunia > Gitaris Motorhead: ‘Lemmy adalah Orang yang Tertutup’

Gitaris Motorhead: ‘Lemmy adalah Orang yang Tertutup’

Gitaris Motorhead, Phil Campbell, belum lama ini berbicara di sebuah wawancara tentang kondisi tubuh sang pentolan, Lemmy Kilmister, setelah Motorhead menunda tur Eropa mereka beberapa waktu lalu.

“Awal tahun ini, Lem menggunakan alat pacu jantung karena ia telah menderita detak jantung yang tidak teratur, dan kemudian diabetes menyerangnya,” kata Campbell seperti dilansir Blabbermouth.

“Tapi kini jantungnya baik-baik saja dan dia mengubah gaya hidup serta pola makannya untuk memerangi diabetes, hanya saja ia belum merasa 100% siap untuk kembali menjalankan tur. Akibatnya, kami menyesuaikan tanggal untuk memungkinkan dia membugarkan kembali tubuhnya,” ujarnya.

“Begini, tidak ada satupun dari kita yang akan semakin muda, jadi kondisi Lemmy bukan lah sebuah kejutan besar. Tapi semakin tua diri kita, kita akan cenderung untuk membantu dan mendukung satu sama lain,” imbuh Campbell.

“Masalah utamanya adalah Lemmy orang yang tertutup, membuatnya sulit untuk membiarkan orang ‘masuk’ ke dalam kehidupannya. Ia seperti John Wayne versi rock – selalu ingin melawan dan menangani semuanya sendiri,” jelasnya.

Lemmy yang kini berusia 67 tahun, sempat berbicara kepada Classic Rock bahwa saat ia berusia 30 tahun, ia tidak pernah menyangka akan hidup hingga sekarang ini.

“Saya tidak pernah menyesal. Penyesalan itu tidak ada gunanya. Ini sudah terlambat untuk menyesal. Anda pernah melakukannya, kan? Anda menjalankan hidup Anda. Tidak ada harapan untuk dapat mengubah itu semua,” kata Lemmy.

Ia pun menambahkan, “Ada beberapa hal yang saya bisa lakukan secara berbeda, tapi tidak ada yang besar, tidak ada yang akan membuat itu menjadi sebuah perbedaan,” imbuhnya.

“Saya cukup senang dengan hal-hal yang berubah. Saya suka berpikir saya telah membawa banyak kesenangan untuk orang-orang di seluruh dunia. Saya tidak membohongi diri saya sendiri dan jujur kepada orang lain,” ucapnya.

Lemmy pun sedikit mempertegas bahwa penyakitnya itu tidak perlu dikhawatirkan, meskipun itu menyebabkan kematian.

“Kematian tidak bisa dielakkan, bukan? Anda semakin khawatir dengan itu ketika Anda berusia seperti saya sekarang ini. Saya tidak mengkhawatirkannya. Saya siap untuk itu. Ketika saya pergi, saya ingin pergi saat saya sedang melakukan hal yang terbaik. Jika saya meninggal esok hari, saya tidak mengeluh. Itu akan bagus.”

http://www.rockbeat.web.id/music/post/11622

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: