Beranda > Berita Musik Dunia > Alter Bridge: High Risk, High Reward

Alter Bridge: High Risk, High Reward

Gitaris Mark Tremonti, bassist Brian Marshall dan drummer Scott Phillips boleh saja memilih untuk tur reuni dengan band lama mereka, Creed, satu tahun silam. Vokalis Myles Kennedy boleh saja terlibat dalam album proyek solo Slash bertajuk Apocalyptic Love rilisan 2012—nyaris bersamaan dengan dimulainya tur reuni Creed. Namun pada akhirnya, kuartet Alter Bridge memutuskan untuk kembali bersatu demi pengokohan eksistensi lewat album baru.

Setelah terakhir merilis AB III pada 2010, Alter Bridge memutuskan untuk kembali rekaman pada 26 April hingga 2 Juli lalu di Studio Barbarosa, Orlando, Florida, AS demi menggodok materi yang kemudian diberi titel Fortress ini. Saat diwawancara Rolling Stone via telepon pada 14 Agustus lalu, Myles yang ketika itu tengah berada di London mengungkapkan bahwa ia bersama rekan bandnya tidak pernah merasa takut dalam bereksperimen untuk album baru sekaligus keempat mereka.

“Kami merubuhkan segala batasan yang ada dengan tidak merasa ragu dalam mengembangkan sebuah lagu—banyak risiko kreatif yang kami ambil. Kami ingin memberikan pendengar sebuah perjalanan musikal,” terang Myles mengenai proses penggarapan album yang direncanakan rilis 8 Oktober mendatang tersebut.

Kesibukan para personel Alter Bridge di luar band ini, sebelum pengerjaan Fortress, diakui Myles memiliki pengaruh positif terhadap proses penulisan lagu-lagu baru. Tur reuni Creed dan bekerja dengan Slash membuat mereka, mengutip perkataan Myles, memiliki perspektif segar. Sehingga kondisi menyenangkan ini jalan beriringan dengan niat band untuk terus melakukan eksperimen saat penggarapan. Hasilnya adalah sekumpulan materi baru yang diakui pihak band sebagai keberhasilan besar.

Ia lalu memberi contoh lagu berjudul “Fortress” yang dimulai dengan warna melankolia dan lalu pada bagian instrumental berpindah teritori menjadi “sedikit seperti Black Sabbath dengan riff gitar yang memiliki karakter stoner rock.”

Pada 12 Agustus lalu, Alter Bridge meluncurkan lagu “Addicted to Pain” sebagai single perdana album Fortress; mengundang decak kagum dari berbagai kalangan berkat kejutan menyenangkan berupa perubahan gaya musik ke arah yang lebih baik.
Seperti dua album sebelum ini, tepatnya Blackbird dan AB III, Alter Bridge kembali menunjuk Michael “Elvis” Baskette sebagai produser album.

“Kami merasa dia masih orang yang paling tepat untuk album Alter Bridge. Hasil kerjanya di dua album kami sebelumnya sangatlah memuaskan. Dia adalah produser yang hebat. Sumbangan idenya juga brilian, ia seperti personel honorer Alter Bridge. Kami beruntung bisa bekerja dengannya,” ujar Myles menjelaskan alasan bandnya lagi-lagi memilih Baskette.

Ketika ditanya apabila Fortress adalah album terbaik Alter Bridge sejauh ini, Myles menjawab: “Klise memang, namun memilih satu album Alter Bridge terbaik adalah seperti memilih anak kandung terbaik. Yang pasti, Fortress adalah salah satu album Alter Bridge yang paling saya gemari. Ada suatu percikan pada album ini yang membuat saya sangat menyukainya. Saya puas dengan hasil akhir album ini.”

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: