Beranda > Berita Musik Dunia > James Hetfield “Metallica”: Apa Kata Orang, Bukan Urusan Saya

James Hetfield “Metallica”: Apa Kata Orang, Bukan Urusan Saya

Dua puluh tahun adalah panjangnya penantian untuk kembali menyaksikan Metallica tampil di Jakarta. Tapi  coba tanya semua penggemar band metal ini dan mereka semua akan mengatakan bahwa penantian puluhan tahun itu amat panjang, namun layak ditunggu. Karena Metallica adalah legenda, iya kan?

Jadi ketika vokalis utama Metallica James Hetfield memasuki ruangan yang dijadwalkan untuk sesi wawancara media sebelum konsernya di Malaysia, dengan mengenakan sandal jepit dan celana pendek, tentu rasanya amat senang bisa bertemu dan berbincang dengan salah satu legenda rock terbesar sepanjang masa.

Meski aliran musiknya keras dan tampil sangar, jangan biarkan citranya di atas panggung mengelabui Anda: pria berusia 50 tahun tersebut ternyata sangat “cerewet” dan sangat ramah. Kami berbincang dengan James mengenai kemungkinan pensiun, pendapatnya mengenai band-band rock saat ini dan rumor album baru dari Metallica.

Hai James, selamat datang di Malaysia. Bagaimana rasanya akan tampil di tempat yang baru?
Menyenangkan. Setelah 32 tahun tampil, luar biasa rasanya kami datang ke sebuah negara baru seperti Malaysia, Cina. Kami belum pernah tampil di sini sebelumnya, jadi selalu saja ada pengalama pertama, walaupun usia saya sudah menginjak 50 tahun. (Tertawa)

Berada di industri musik sekian lama, Metallica sudah pernah mengalami susah dan senang, dan para penggemar Anda sebenarnya cukup kesal ketika Anda memutuskan untuk berubah aliran menjadi lebih lembut, dibandingkan dengan citra heavy metal pada ’80-an. Bagaimana kalian bertahan dengan citra kalian saat ini?

Hei, saya ini sudah 50 tahun. Saya sudah tidak berusia 20 tahun lagi. Kami dulu menyebarkan kekacauan, menghancurkan dan mengambil alih dunia. Dari situ kami berubah menjadi, “Hei, kami memiliki keluarga besar di planet ini, jadi mari kita tampil untuk mereka dan buat mereka tersenyum.” Itu berbeda, dan sejujurnya kami tidak takut dengan apa yang kami rasakan dalam usia kami saat ini.

Dalam musik, kami tidak melakukannya untuk orang lain kecuali untuk diri kami sendiri, jadi mungkin orang-orang yang mengatakan bahwa kami melunak adalah anak-anak muda dan menyukai hal-hal yang gila. Jadi, dengarkan saja album-album awal kami, atau band-band lain yang melakukan hal-hal gila itu. (Tertawa)

Tentu selama 30 tahun Metallica berdiri, kalian terlibat dalam berbagai skandal dan kontroversi yang tak terhitung jumlahnya. Bagaimana kalian merespon hal itu?

Ya, kami bukan tampil untuk mencari perhatian. Apa yang orang lain pikirkan mengenai saya, itu bukanlah urusan saya. Kami melakukannya untuk diri kami sendiri. Dan jika kalian tidak suka, ya, jangan dengarkan. Tidak apa-apa, kami tidak meminta kalian untuk menyukainya, dan kami tidak berdoa agar kalian menyukainya. Itu sama sekali keren. Penggemar yang ingin kami gaet adalah penggemar yang berpikiran terbuka dan senang mendapatkan pengalaman baru dalam hidup.

Pernahkah Anda terbangun suatu hari dan berpikir, “Kita tidak akan meneruskan band ini lagi”?

Mungkin jika saya bangun terlalu pagi, saya akan bilang, “Aduh, punggungku sakit! Kami tidak akan tampil hari ini.” (Tertawa) Namun kenyataannya, kami bertambah tua dan orang-orang mengatakan, “Hei, Rolling Stones masih tampil selama seratus tahun.” Saya tidak tahu mereka sudah berdiri berapa tahun, tapi mereka sudah tua, dan saya tidak tahu seperti apa kami nantinya. Bagi kami bertambah tua itu hanya di fisik saja, jadi kita lihat saja nanti. Mungkin saja suatu hari nanti kami akan terbangun dan mengatakan, “Saya tidak bisa bergerak.” Lalu, kami akan beristirahat sehari dan menunggu perkembangannya.

Atau kami hanya akan mengurangi jumlah tur. Atau kami menciptakan lebih banyak lagu. Kami tidak akan mundur dari dunia musik. Itu sudah mendarah daging, kami akan terus bermusik.

Anda sudah menjadi terkenal dan dihargai banyak orang dengan kemampuan bermain riff gitar yang mengesankan. Apakah Anda mempunyai panutan dalam riff gitar tersebut, atau itu adalah berdasarkan perasaan Anda sendiri?

Ada beberapa cara yang cukup berbeda untuk menghasilkan musik itu. Bagi saya, jika saya sedang menulis lagu, musiknya keluar begitu saja. Itu bergantung pada suasana hati saya pada saat itu, bergantung dengan suara gitar apa yang saya mainkan.

Sering kali, suara gitarnya mengerakkan hati saya yang membuat saya merasa tidak berasal dari diri sendiri; seperti muncul dari hal lain. Saya hanya penyampai pesan, banyak hal muncul melalui saya dan itu sangat menyenangkan. Teman kami, Lars (Ulrich), bisa hanya memainkan satu beat, dan saya bisa menghasilkan 20 riff dari hal itu. Saya tidak tahu kenapa, tapi itu terjadi begitu saja. Itu terasa pas dan enak. Kami menjaga talenta itu dengan cara terus menulis.

Bermain selama lebih dari tiga dekade adalah waktu yang sangat lama. Hambatan apa saja yang pernah kalian hadapi selama ini?

Menurut saya kesulitan paling besar mungkin adalah konflik internal di dalam band. Saya rasa itu adalah pembunuh nomor satu di hampir semua band. Kalian bisa punya segalanya; punya banyak penggemar, punya album terkenal, tapi kalau tidak bahagia di dalam, itu mengerikan. Band itu layaknya pernikahan; tidak mudah. Semakin besar usahamu untuk menjaganya, semakin kamu mencintainya, jadi itu juga kunci untuk mempertahankan sebuah band.

Band biasanya hanya bertahan dalam jangka waktu singkat, jadi bagaimana kalian bisa tetap bersama-sama dalam waktu yang lama dan terus menghasilkan musik yang bagus? Apa ada formula rahasia untuk itu?

Saya selalu bilang kepada banyak orang bahwa kalian harus jujur terhadap diri kalian sendiri. Kita harus menulis musik yang kita sukai. Jika kalian menulis musik hanya untuk mencoba dan menyenangkan orang lain, kalian hanya akan mendapatkan kekesalan saja. Jujurlah pada diri sendiri, itu yang selalu saya katakan kepada band-band baru. Kamu harus menulis lagu yang kamu suka, lagu yang ingin kamu dengar.

Kita juga harus jujur soal batasan fisik, mental dan spritual yang kami miliki. Kami tidak bisa melakukan tur selama tiga bulan sekaligus lagi, kami sudah tidak sanggup. Kami punya keluarga di rumah, punya tanggung jawab yang lebih penting dibanding Metallica. Saat ini, keluarga kami adalah nomor satu. Dan secara fisik, kami berusaha untuk menjaga kesehatan. Kami punya pelatih fisik pribadi, apa pun yang kami perlukan agar tetap sehat untuk menjalani tur.

Berada di industri musik dalam waktu yang lama, kalian sudah melihat banyak perkembangan dan perubahan. Bagaimana menurut kalian band rock sekarang? Menurut kalian apakah mereka bisa mencapai apa yang Metallica capai selama ini?

Saya harus katakan bahwa sulit bagi sebuah band untuk bisa bertahan hingga 30 tahun. Kami berkorban sangat banyak, kami melakukan banyak tur. Saya pikir ada beberapa band yang tidak ingin bekerja sekeras itu lagi. Menurut  saya, internet secara nyata mengubah musik dan tentang apa yang harus kalian lakukan untuk mempertahankan band, saya merasa tidak ada band yang menghasilkan uang seperti kami dulu, atau sekarang, untuk berinvestasi kembali dalam seni mereka. Itulah cara yang kami lakukan sehingga bertahan sampai sekarang: berinvestasi kembali. Sekarang band kecil dari perusahaan rekaman bisa tur; seluruh sistem sudah berubah sekarang.

Apakah kalian punya band yang kalian suka?
Ada beberapa band yang saya suka, dan menurut saya mereka sangat luar biasa. Saya suka Volbeat, saya suka Gojira — mereka adalah band-band yang tur bersama kami. Keponakan saya punya band. Saya pikir, dia baru mulai bermain drum mungkin sekitar empat tahun lalu dan saya tidak menyangka betapa hebatnya dia sekarang ini. Saya tidak tahu jenis kehidupan yang akan dia miliki dalam musik, tapi dia tidak peduli; dia mencintainya, dan saya melihat itu di dalam dirinya, ia sangat bersemangat, jadi sukses atau tidak, melakukannya adalah sebuah kesuksesan bagi dirinya sendiri.

Selain melakukan tur dan menulis musik, kalian juga memiliki film 3D yang akan segera tayang. Bisa diceritakan sedikit tentang film itu?

Ide di belakang film itu — berjudul “Through the Never” — mungkin muncul sekitar 10 tahun yang lalu, IMAX  menghubungi kami dan bilang, “Kami ingin menangkap energi dari pertunjukkan Metallica.” Kami merasa terhormat, tapi itu tidak pernah terwujud sampai saat ini. Beberapa ide digabungkan, ingin membuat film yang menangkap panggung terbaik dari pertunjukkan Metallica yang kami gelar, sehingga semua orang yang belum pernah menonton Metallica bisa puas. Kami menyajikan aksi panggung yang gila dan properti dari konser dalam ruangan. Banyak hal yang kami lakukan selama beberapa tahun ini, jadi dengan memfilmkannya dalam bentuk 3D, kami membuatnya lebih berbeda. Kami memasukkan alur cerita ke dalamnya, tentang salah satu roadies (kru tur) yang sedang menggarap konser dan kehidupannya menjadi sangat berubah. Film ini cukup sulit, seperti dua film disatukan.

Apakah kalian sudah menontonnya?
Apakah saya sudah melihatnya? Ya. Filmnya bagus. Saya pikir ini risiko besar bagi kami — segala sesuatu yang baik biasanya berisiko — tapi layak tonton, kok. Jika nanti tayang, maka film ini layak dimiliki sebagai bagian dari sejarah, tempat orang-orang bisa melihat sisi terbaik dari Metallica. Mudah-mudahan, ini bisa menjadi bagian dari koleksi film musik semua orang.

Ada kabar yang menyatakan bahwa Metallica sedang mengerjakan album baru. Apa itu benar, atau hanya rumor?

(Tertawa) Itu hanya rumor. Kami selalu menulis di kepala kami. Film ini membuat kami sangat sibuk, dan tur di Asia juga membuat kami sibuk, jadi ya saat ini kami belum menggarap album baru. Kami baru memulai sedikit tapi sudah ada banyak materi lagu.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: