Beranda > Berita Musik Dunia > Konser Steve Vai, Unjuk Gigi Sang Dewa Gitar

Konser Steve Vai, Unjuk Gigi Sang Dewa Gitar

Sekitar pukul 20.56 WIB raungan gitar putih Ibanez JEM7V memulai aksi Steve Vai yang mengenakan kaos dan kacamata hitam serta celana hitam bercorak keemasan. Lagu Racing The World pun dibawakan seiring tepuk dan riuh penonton yang memenuhi venue.

Kemampuan Steve memang tak bisa dipungkiri menjadi daya magnet tersendiri bagi penikmat musik instrumental. Teknik-teknik khas dan skill bermain gitar dibawakan maksimal olehnya. Juga dengan bermacam efek sound yang ada dalam setiap lagu.

Lengkingan, raungan, namun terkadang tampil lembut dengan suara-suara akustik menjadi pemandangan dari panggung yang dikemas apik dengan tata lampu dan juga tata suara ciamik.

“Selamat malam. Apa kabar Jakarta. Sangat senang bisa bersama kalian malam ini,” sapa Steve Vai usai lagu Velorum dan Building The Cruch di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat (22/7).

Puluhan lagu dibawakan oleh Steve Vai seperti Tender Surrender, Gravity Strom, Weeping China Doll, The Animal, Whispering A Prayer, The Audience is Listening, Tresaure Island, dan Pusa Road.

Bermacam gimmick dan aksi berkelas dewa gitar juga membuat penonton kerap bertepuk dan berteriak. Vai memang terbilang pandai berinteraksi dengan penonton di tiap lagu yang dibawakan, baik dengan ucapan lisan maupun dengan sentuhan gitarnya.

Dalam satu sesi, Vai bercakap dengan penonton menggunakan gitarnya. Kala Vai memberikan efek sound gitar tertentu, penonton yang memadati tribun hingga festival menjawab dan mengikut nada gitar.

Selain itu, Vai juga bernyanyi di lagu Rescue Me Or Bury Me dalam kemasan akustik. Jeremy Colson, penggebuk drum band yang dibawa Vai tak urung ikut unjuk kebolehan. Juga dengan Dave Weiner yang menampilkan solo gitar kala Vai beristirahat sejenak.

Konser bertajuk The Story of Light Tour 2013 ini tak hanya ajang pamer kemampuan seorang Steve Vai. Namun, konsep multi rasa pun disuguhkan. Seperti saat Vai memainkan melodi-melodi lagu Ultra Zone, dirinya memakai jubah futuristik berhiaskan lampu led warna-warni, mengesankan sebuah robot yang bermain gitar.

Tak ayal, penonton yang hadir pun tetap tak mau beranjak hingga 4 lagu terakhir yaitu Frank, Build Me Song, For The Love of God, Tarus Bulba telah digelontorkan. Hingga tetes terakhir, itulah yang mungkin menjadi keinginan penonton saat menonton Steve Vai.

Steve Vai pun mengakhiri pertunjukkan sirkus gitarnya dengan mengucapkan terima kasih kepada fansnya di Indonesia. Tepuk riuh kembali terdengar mengiringi Vai dkk yang meninggalkan panggung.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: